LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI
TUMBUHAN
FOTOSINTESIS II
UJI AMILUM
DOSEN
PEMBIMBING : Dr. Sri Amnah, M.Si

DISUSUN OLEH :
NAMA
: HAJRI
YANI
NPM
:
126510795
KELAS
:
5.C-BIOLOGI
KELOMPOK : 6
TANGGAL : 20 DESEMBER 2014
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014
LAPORAN PRAKTIKUM
UJI AMILUM
I.
TUUAN
PRAKTIKUM
·
Membuktikan bahwa dalam fotosintesis
diperlukan cahaya matahari dan berlangsung pada bagian tumbuhan yang
berklorofil.
·
Membuktikan bahwa dalam fotosintesis
dihasilkan amilum.
II.LANDASAN TEORI
Pati
atau amilum adalah karbohidrat komplek yang tidak larut dalam air, berwuud
bubuk putih tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan
oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa dalamangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber
energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam
karbohidrat, amilum dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda- bada. Amilosa memberikan sifat keras sedangkan
amilopektin memberikan sifat lengket. Amilosa memberikan warna unggu pekat pada
tes iodine sedangkan amilopektin tidak bereaksi . Penjelasan untuk gejala
ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.
LUGOL
Lugol yodium, juga dikenal sebagai
solusi lugol. Larutan yodium
lugol sering digunakan sebagai antiseptic dan untuk desinfeksi darurat air
minum, dan sebagai reagen untuk deteksi pati dilaboratorium rutin dan tes
medis.Nama lain untuk selusi lugol adalah 12KI.
Lugol diperoleh dari ahli kimia dan
apoteker yang berlisensi untuk mempersiapkan dan mengeluarkan selusi.Dalam
peraktikum uji amilum digunakan lugol.Lugol digunakan untuk menguji apakah sesuatu makanan mengandung
karbohidrat atau tidak.Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam,
makamakanan tersebut mengandung
karbohidrat.Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak mengandung
karbohidratnya.
III. RUMUSAN MASALAH
Adapun
rumusan masalah dari praktikum ini ialah
·
Apakah
ada pengaruh cahaya matahari terhadap daun yang ditutupi
aluminium foil,
dengan daun yang terbuka.
IV. HIPOTESIS
Hi : Ada pengaruh cahaya matahari terhadap daun yang terbuka terkena cahaya matahari
V.ALAT DAN BAHAN
Alat
|
|||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Glass bekker
|
Penjepit
|
Aluminium foil
|
Pembakar bunsen
|
Bahan
|
|||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Daun sawo
|
Alkohol
|
Lugol
|
tissu
|
VI. LANGKAH KERJA
ü Pilihlah 2 helai daun yang akan diamati selama 1-2 hari.
ü Daun
pertama ditutup dengan aluminium foil.
ü Daun
kedua dengan keadaan terbuka.
ü Setelah 1-2 hari petik daun yang telah
ditutup aluminium foil dan daun yang
keadaan terbuka, kemudian rebus daun tersebut selama 10 menit.
ü Pada hari ke 3 bawalah daun ketempat praktikum untuk
melakukan pungujian.
ü Cara
melakukan uji amilum yaitu:
·
Rebus
air dalam gelas beker sampai mendidih
·
Masukkan
daun
kedalam air mendidih selama 20 menit
hingga warna daun berubah dan layu
·
Merebus daun dalam alcohol panas untuk
melarutkan klorofilnya
·
Cucilah daun dibawah air mengalir
·
Tetesi
dengan
larutan lugol dan amati perubahannya.
VII. HASIL PENGAMATAN
![]()
A B
|
Ini merupakan hasil perebusan daun
yang dilapisi dengan aluminium foil dan daun terbuka.
Ket: A. Daun ditutupi aluminium
foil
B. Daun terbuka
|
![]() |
Ini adalah gambar daun yang sedang
direbus pada larutan alcohol dengan menggunakan pembakar busen selama 20 menit atau sampai daunnya berubah warna
|
![]() |
Ini merupakan daun yang telah direbus
dan telah ditetesi dengan larutan lugol.
|
![]() |
Dari hasil praktikum yang dilakukan
daun yang dilapisi aluminium foil yang ditetesi lugol bercak- bercaknya lebih
banyak dibandingkan daun yang terbuka.
|
VIII. PEMBAHASAN
Proses
fotosintesis yang terjadi pada tubuh tumbuhan akan menghasilkan amilum
(karbohidrat). Hal ini dapat kita lihat pada definisi fotosintesis itu sendiri.
Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses
pengubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil
menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya.
Pada tahun 1962, Gustav
Julius Von Sachs, membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat
amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium, amilum
dengan yodium memberikan warna hitam. Amilum hanya terdapat pada bagian daun
yang hijau dan terkena sinar.
Theodore de Saussure
berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale
dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. Ia menemukan bahwa
peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida,
tetapi juga oleh pemberian air. Persamaan
umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa).
6H2O
+ 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa)
+ 6O2
Bagian
daun yang terbuka terkena cahaya matahari langsung terbentuk amilum dari hasil
fotosintesis. Sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak
berlangsung fotosintesis.
Amilum
adalah karbohidrat komplek yang tidak larut dalam air, berwuud bubuk putih
tawar dan tidak berbau. Pati
merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa dalam rangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber
energi yang penting. Lugol
yodium, juga dikenal sebagai solusi lugol.Larutan yodium lugol sering digunakan
sebagai antiseptic dan untuk desinfeksi darurat air minum, dan sebagai reagen
untuk deteksi pati dilaboratorium rutin dan tes medis.Nama lain untuk selusi
lugol adalah 12KI.
Pada percobaan ini
kami menemukan ada perbedaan antara permukaan daun yang ditutup kertas karbon
dengan yang tidak ditutup. Setelah ditetesi larutan betadine, pada bagian
permukaan daun yang terbuka tampak berubah menjadi biru kehitaman. Ini
menandakan pada bagian tersebut terdapat amilum yang merupakan hasil fotosintesis.
Sedangkan bagian permukaan yang tertutup tampak berwarna pucat. Ini menandakan
pada bagian tersebut tidak terdapat amilum karena tidak berlangsung
fotosintesis.
Fotosintesis
memerlukan cahaya, buktinya bagian daun yang terbuka terkena cahaya matahari
langsung terbentuk amilum dari hasil fotosintesis Fotosintesis menghasilkan
amilum, buktinya bagian daun yang ditutup aluminium foil (tidak terkena cahaya)
berwarna pucat / tidak mengandung amilum karena tidak berlangsung fotosintesis.
Proses fotosintesis memerlukan
cahaya matahari, terjadi pada tumbuhan yang berklorofil. Dalam proses fotosintesis menghasilkan
amilum. Ini bisa diketahui ketika permukaan daun yang terkena cahaya ditetesi
larutan iodium warnanya berubah menjadi kehitaman. Bagian daun yang tidak terkena cahaya
tidak akan melakukan fotosintesis sehingga tidak membentuk amilum dan warnanya
pucat.
IX. KESIMPULAN
Simpulan yang bisa ditarik adalah:
- Fotosintesis memerlukan cahaya, buktinya bagian daun yang terbuka terkena cahaya matahari langsung terbentuk amilum dari hasil fotosintesis.
- Fotosintesis menghasilkan amilum, buktinya bagian daun yang ditutup kertas karbon (tidak terkena cahaya) berwarna pucat / tidak mengandung amilum karena tidak berlangsung fotosintesis.
Pada kegiatan uji Amilum ini, jika tanpa cahaya daun tidak melakukan
fotosintesis. Hal ini ditandai dengan bagian daun yang ditutup tidak mengandung
zat karbohidrat. Zat karbohidrat hanya dihasilkan pada bagian daun yang terkena
cahaya matahari karena bagian daun yang terkena cahaya matahari dapat melakukan
fotosintesis.
Proses fotosintesis menghasilkan amilum.
Ini bisa diketahui ketika permukaan daun yang terkena cahaya ditetesi larutan
betadine (iodium) warnyanya berubah menjadi biru kehitaman (iodium + amilum
----->biru kehitaman). Bagian daun yang tidak terkena cahaya tidak melakukan
fotosintesis, sehingga tidak membentuk amilum. Ketika ditetesi iodium warnyanya
pucat. Berarti hipotesisnya diterima bahwa cahaya matahari mempengaruhi uji
amilum.
DAFTAR PUSTAKA
Asisten
Pembimbing, Diktat panduan praktikum FisiologTumbuhan, Universitas Islam Riau. 2013. Laboratorium dasar: Pekanbaru
Buana, eqi,
dkk.2011. Makalah
uji amilum dan lugol. Regina:Bogor
Darmawan, J. dan J. S. Baharsjah. 2010. Uji amilum-
lugol. SITC: Jakarta.
Halim, A. 2009.
Mekanisme Kerja, Biosintesis, dan Peranan Stomata Dalam Metabolisme. <http://agushalim.blogspot.com/>. Diakses tanggal 22 Desember 2014 jam
12.35 wib pada-tumbuhan.
Nurhayati, Nunung. 2011. Biologi Bilingual untuk SMA/MA kelas XII.
Bandung: Yrama Widya
Akhyar, Salman. 2004. Biologi untuk SMA kelas III Semester I.
Pontianak: Grafindo
Pratiwi, dkk. 2006. Biologi jilid 3. Jakarta: Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar