LAPORAN PRAKTIKUM
FISIOLOGI TUMBUHAN
FOTOSINTESIS I HYDRILLA
DOSEN
PEMBIMBING : Dr. Sri Amnah, M.Si

DISUSUN OLEH :
NAMA
: HAJRI
YANI
NPM
: 126510795
KELAS
:
5.C-BIOLOGI
KELOMPOK : 6
TANGGAL : 20 DESEMBER 2014
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014
LAPORAN PRAKTIKUM
FOTOSINTESIS HYDRILLA (
UJI INGENHOUSZ)
I.
Tujuan
Praktikum
· Untuk
mengetahui proses fotosintesis pada
hydrilla
· Mengetahui
pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis
· Mengetahui
faktor yang mempengaruhi fotosintesis
· Mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis
II.
Landasan
Teori
Fotosintesis
berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti
menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa
kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah
matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu
dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum,
masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga
pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury,1995).
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas.
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas.
Menurut
Stone (2004), reaksi fotosintesis dapat
diartikan bahwa enam molekul karobondioksida dan enam molekul air bereaksi
dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi satu molekul
glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah molekul yang dibentuk sebagai
hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil konversi energi
cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun molekul tersebut.
Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama elemen-elemen
lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat penting bagi
organisme tersebut, seperti DNA, protein, gula dan lemak. Selain itu, organisme
dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam ikatan kimia di antara
atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-proses di dalam
tubuh.
Hydrilla
Hydrilla (Esthwaite rumput air atauHydrilla) adalah genus tanaman air, biasanya hanya satu spesies, Hydrilla verticillata, meskipun
beberapa ahli botani membaginya dalam beberapa spesies. Hydrilla memiliki beberapa metode reproduksi. Dalam tubuh air, cabang atau akar fragmen dari tanaman yang rusak
dapat hanyut ke daerah baru. Selain itu, dapat menyebar ke lokasi baru
dari pabrik fragmen melekat pada perahu dan trailer. Turions - kecil,
kompak tunas yang terbentuk di axils daun sepanjang batang - istirahat bebas
dan melayang ke daerah-daerah baru. Studi di University of Minnesota telah
menunjukkan bahwa turions bentuk monoecious cenderung bertahan di iklim
utara. Bentuk dioecious tampaknya kurang toleran dingin.Umbi-umbian, yang
terbentuk pada akar dan dapat tertidur selama beberapa tahun, dapat menyebarkan
tumbuhan baru.
III.
Rumusan
Masalah
·
Apakah ada pengaruh cahaya matahari
terhadap proses fotosintesis pada tanaman hydrilla?
IV. Hipotesis
Hi (diterima) ada
pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis.
V.
Alat dan Bahan
Alat
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
kamere
|
Stopwach
|
Gelas kimia
|
Tabung reaksi
|
![]() |
![]() |
![]() |
|
Corong
|
Kawat penyangga
|
Baskom
|
Bahan
![]() |
![]() |
Air
|
Hydrilla
|
VI.Langkah
Kerja
ü Menyiapkan
alat dan bahan yang diperlukan.
ü Memasukkan
5 potongan tanaman hydrilla ke dalam corong. Diusahakan agar tanaman hydrilla
tidak keluar dari corong.
ü Menutup
bagian tabung corong dengan tabung reaksi.
ü Memasukkan
tiga kawat penyangga ke dalam gelas kimia untuk menjaga keseimbangan dari corong
yang telah diisi dengan hydrilla. Sebaiknya, jarak antara bawah corong dengan
dasar gelas kimia tidak terlalu jauh, sekitar 0,5 cm.
ü Memasukkan
gelas kimia ke dalam baskom yang berisi air, diikuti dengan memasukkan corong
yang di dalamnya berisi tanaman hydrilla ke dalam gelas kimia tersebut.
Selanjutnya tutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi. Sebaiknya semua
bagian tabung reaksi berisi air, sehingga tidak ada ruang udara.
ü Meletakkan gelas kimia di tempat yang terbuka
(terkena sinar matahari langsung)
ü Menunggu
hingga muncul gelembung-gelembung udara yang tampak pada tabung reaksi.
VII.Hasil
Praktikum
![]() |
Hydrilla
diletakan dibawah terik matahari, dan mulai diamati gelembung nya
|
![]() ![]() |
1-5
menit gelembung banyak sekitar 170 an
gelembung, karena cahaya metahari sangat terik,
|
![]() |
5-10
menit gelembung masih banyak sekitar 185 karena cahaya matahi masih terik,
|
![]() |
11-15
menit gelembung sedikit kira-kira 20-56 ini dikarenakan tiba-tiba cahaya
matahari redup.
|
![]() |
16-20
menit gelembung banyak kembali karena cahaya matahari kembali terik
|
VIII.Pembahasan
Semua mahluk
hidup membutuhkan makanan. Tak terkecuali Hydrilla sp, salah satu
jenis tanaman hijau yang hidup di air. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan
hijau biasa disebut dengan fotosintesis. Karena itu fotosintesis bisa diartikan
dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun
dengan bantuan cahaya matahari.
Pada praktikum kali ini akan
dibahas yaitu tentang fotosintesis, dan pengaruh intensitas cahaya terhadap
laju fotosintesis.
Fotosintesis adalah suatu proses
biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi matahari yang dapat
dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Fotosintesis selain
memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida
dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan
karbohidrat dan melepaskan oksigen.
Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen / O2. Gas ini terbentuk karena proses
fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa
gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O →
4H+ + O2
Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari
penguraian air.
Pada beaker
glass kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung), proses
fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat sejumlah
CO2 terlarut dan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses
fotosintesis tersebut.
Reaksi yang terjadi saat fotosintesis
adalah :
CO2 + H2O C6H12O6 +
O2 + Energi panas
Dari reaksi tersebut kita dapat
memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Percobaan ini
membuktikan hal tersebut, Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas
beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas
kimia, kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan
masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. Dan setelah
Gelas beaker yang berisi air ini diberi cahaya yang berasal dari cahaya
matahari langsung yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung sehingga
didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada.
Gelembung
udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan
oksigen. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses
fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses
fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau
terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.
Dari data hasil
percobaan dapat diketahui jumlah gelembung yang muncul makin bertambah seiring
mendekatnya objek percobaan terhadap sumber cahaya. Hal ini diakibatkan energi
cahaya (dalam bentuk foton) yang ditangkap oleh pigmen, kemudian diubah menjadi
energi kimia (ATP dan NADPH) yang akan digunakan sebagai bahan baku pembentukan
karbohidrat, Sehingga semakin
dekat objek pengamatan dengan sumber cahaya, semakin besar pula intensitas
cahaya yang didapatkan Hydrilla sp untuk melakukan fotosintesis.
Namun karena
cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai
panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis
juga berbeda. Semakin tinggi
intensitas cahaya maka semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga mempercepat
fotosintesis, tetapi cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil sehingga
mengurangi kecepatan fotosintesis.
Faktor
lain yang mempengaruhi fotosintesis yaitu:
·
Air (H2O)
·
Suhu
·
Umur daun
·
Translokasi
karbohidrat.
Tetapi
yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah:
·
Cahaya,
·
Air
·
Karbondioksida
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang
diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen.
2.
Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis.
Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis
menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan
membuat proses fotosintesis menjadi maksimal.
3.
Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses
fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses
fotosintesis menjadi lambat.
4.
Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan
proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan
baku dari proses fotosintesis.
5.
Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia
berpengaruh terhadap kecepatan proses fotosintesis.
6. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman
untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari
udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan
klorofil.
7.
Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan
menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan
oksigen.
Proses
fotosintesis membutuhkan cahaya, karena jika tidak terdapat cahaya maka proses
tersebut akan terhambat. Semakin tinggi intensitas cahaya semakin banyak
ATP yang terbentuk, sehingga akan mempercepat fotosintesis. Sedangkan
intensitas cahaya yang terlalu rendah akan memperlambat laju fotosintesis.
Daftar
Pustaka
(diakses 23 desember
2014. Jam 12.35)
(diakses 23 desember
2014. Jam12.35)
Maryati, Sri, dkk. 2007.
BIOLOGI untuk SMA Kelas XII.
Jakarta:Erlangga.
Saktiyono. 2008. Seribu Pena BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XII.
Jakarta:Erlangga.
Syamsuri,
Isrtamar, dkk. 2007. BIOLOGI SMA. Malang. Erlangga
Kimball, J.
W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.
Kimball,
J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.
Malcome. B. W. 1990. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara.
Bandung.
Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Camphell,Neil A.2000.Biologogi Edisi Kelima-Jilid 1.Jakarta:Erlangga
Mau nanya ka beli hydrila dimana ya kalo boleh tau?
BalasHapus