Jumat, 19 Agustus 2016

FOTOSINTESIS I HYDRILLA



LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
FOTOSINTESIS I  HYDRILLA
DOSEN PEMBIMBING       : Dr. Sri Amnah, M.Si

DISUSUN OLEH :
NAMA                                     : HAJRI YANI
NPM                                        : 126510795
KELAS                                    : 5.C-BIOLOGI
KELOMPOK                         : 6
TANGGAL                             : 20 DESEMBER 2014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014

LAPORAN PRAKTIKUM
FOTOSINTESIS HYDRILLA ( UJI INGENHOUSZ)
I.     Tujuan Praktikum
·      Untuk mengetahui  proses fotosintesis pada hydrilla
·      Mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis
·      Mengetahui faktor yang mempengaruhi fotosintesis
·      Mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis

II.  Landasan Teori
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury,1995).
          Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas.
Menurut Stone (2004), reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul karobondioksida dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah molekul yang dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun molekul tersebut. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama elemen-elemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat penting bagi organisme tersebut, seperti DNA, protein, gula dan lemak. Selain itu, organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam ikatan kimia di antara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-proses di dalam tubuh.

Hydrilla 
Hydrilla (Esthwaite rumput air atauHydrilla) adalah genus tanaman air, biasanya hanya satu spesies, Hydrilla verticillata, meskipun beberapa ahli botani membaginya dalam beberapa spesies. Hydrilla memiliki beberapa metode reproduksi. Dalam tubuh air, cabang atau akar fragmen dari tanaman yang rusak dapat hanyut ke daerah baru. Selain itu, dapat menyebar ke lokasi baru dari pabrik fragmen melekat pada perahu dan trailer. Turions - kecil, kompak tunas yang terbentuk di axils daun sepanjang batang - istirahat bebas dan melayang ke daerah-daerah baru. Studi di University of Minnesota telah menunjukkan bahwa turions bentuk monoecious cenderung bertahan di iklim utara. Bentuk dioecious tampaknya kurang toleran dingin.Umbi-umbian, yang terbentuk pada akar dan dapat tertidur selama beberapa tahun, dapat menyebarkan tumbuhan baru. 

III. Rumusan Masalah
·         Apakah ada pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis pada tanaman hydrilla?

IV. Hipotesis
Hi (diterima) ada pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis.





V.   Alat dan Bahan
Alat
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\canon.jpg
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\stop.jpg
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\gelas.jpg
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\tabung.jpg
kamere
Stopwach
Gelas kimia
Tabung reaksi
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\corong.jpg
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\kawat.jpg
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\baskoom.jpg

Corong
Kawat penyangga
Baskom


Bahan
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\akua.jpg
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\hydrilla.jpg
Air
Hydrilla





VI.Langkah Kerja
ü  Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
ü  Memasukkan 5 potongan tanaman hydrilla ke dalam corong. Diusahakan agar tanaman hydrilla tidak keluar dari corong.
ü  Menutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi.
ü  Memasukkan tiga kawat penyangga ke dalam gelas kimia untuk menjaga keseimbangan dari corong yang telah diisi dengan hydrilla. Sebaiknya, jarak antara bawah corong dengan dasar gelas kimia tidak terlalu jauh, sekitar 0,5 cm.
ü  Memasukkan gelas kimia ke dalam baskom yang berisi air, diikuti dengan memasukkan corong yang di dalamnya berisi tanaman hydrilla ke dalam gelas kimia tersebut. Selanjutnya tutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi. Sebaiknya semua bagian tabung reaksi berisi air, sehingga tidak ada ruang udara.
ü   Meletakkan gelas kimia di tempat yang terbuka (terkena sinar matahari langsung)
ü  Menunggu hingga muncul gelembung-gelembung udara yang tampak pada tabung reaksi.

VII.Hasil Praktikum
     Description: C:\Users\CrEam\Downloads\10845989_891849927522578_7857072593677079720_n.jpg
Hydrilla diletakan dibawah terik matahari, dan mulai diamati gelembung nya
Description: C:\Users\CrEam\Downloads\10478136_891849860855918_7955879231019768089_n.jpg     Description: C:\Users\CrEam\Downloads\10478136_891849860855918_7955879231019768089_n.jpg
1-5 menit gelembung banyak  sekitar 170 an gelembung, karena cahaya metahari sangat terik,
      Description: C:\Users\CrEam\Downloads\10846014_891849837522587_4379273680339028250_n.jpg
5-10 menit gelembung masih banyak sekitar 185 karena cahaya matahi masih terik,
      Description: C:\Users\CrEam\Downloads\10421422_891849777522593_7712450948962485885_n.jpg
11-15 menit gelembung sedikit kira-kira 20-56 ini dikarenakan tiba-tiba cahaya matahari redup.
      Description: C:\Users\CrEam\Downloads\1509241_891849887522582_5621336301195847382_n.jpg
16-20 menit gelembung banyak kembali karena cahaya matahari kembali terik

VIII.Pembahasan
Semua mahluk hidup membutuhkan makanan. Tak terkecuali Hydrilla sp, salah satu jenis tanaman hijau yang hidup di air. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau biasa disebut dengan fotosintesis. Karena itu fotosintesis bisa diartikan dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari.
Pada praktikum kali ini akan dibahas yaitu tentang fotosintesis, dan pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Fotosintesis selain memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen.
Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen / O2. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O → 4H+ + O2
Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.
Pada beaker glass kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung), proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat sejumlah CO2 terlarut dan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis tersebut.
Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah :
CO2 + H2O  C6H12O6 + O2 + Energi panas
Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Percobaan ini membuktikan hal tersebut, Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas kimia, kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. Dan setelah Gelas beaker yang berisi air ini diberi cahaya yang berasal dari cahaya matahari langsung yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung sehingga didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada.
Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.
            Dari data hasil percobaan dapat diketahui jumlah gelembung yang muncul makin bertambah seiring mendekatnya objek percobaan terhadap sumber cahaya. Hal ini diakibatkan energi cahaya (dalam bentuk foton) yang ditangkap oleh pigmen, kemudian diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH) yang akan digunakan sebagai bahan baku pembentukan karbohidrat, Sehingga semakin dekat objek pengamatan dengan sumber cahaya, semakin besar pula intensitas cahaya yang didapatkan Hydrilla sp untuk melakukan fotosintesis.
Namun karena cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda. Semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis, tetapi cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil sehingga mengurangi kecepatan fotosintesis.
Faktor lain yang mempengaruhi fotosintesis yaitu:
·         Air (H2O)
·         Suhu
·         Umur daun
·         Translokasi karbohidrat.
Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah:
·         Cahaya,
·         Air
·         Karbondioksida




IX. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen.
2.      Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal.
3.      Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat.
4.      Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis.
5.      Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh terhadap kecepatan proses fotosintesis.
6.  Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk  karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.
7.   Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen.
Proses fotosintesis membutuhkan cahaya, karena jika tidak terdapat cahaya maka proses tersebut akan terhambat. Semakin tinggi intensitas  cahaya semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga akan mempercepat fotosintesis. Sedangkan intensitas cahaya yang terlalu rendah akan memperlambat laju fotosintesis.





Daftar Pustaka
(diakses 23 desember 2014. Jam 12.35)
(diakses 23 desember 2014. Jam12.35)
Maryati, Sri, dkk. 2007. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta:Erlangga.
Saktiyono. 2008. Seribu Pena BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XII.
Jakarta:Erlangga.
Syamsuri, Isrtamar, dkk. 2007. BIOLOGI SMA. Malang. Erlangga
Kimball, J. W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.
Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.
Malcome. B. W. 1990. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara. Bandung.
Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Camphell,Neil A.2000.Biologogi Edisi Kelima-Jilid 1.Jakarta:Erlangga















1 komentar:

Nasib dan Takdir Bukan sebuah Rencana

Perempuan tidak ditakdirkan menjadi penunggu. Tetapi juga pencari Sebab, jika selama hidupmu hanya menanti. Pernahkah kau b...