Terlahir sebagai seorang anak pertama, bahunya harus sekuat baja, hatinya harus setegar karang.
Tapi kadang, aku sadar bahwa bahuku tak cukup kuat untuk menahan beban.
Hati juga tak cukup Luas untuk menahan setiap rasa ku.
Tapi disitulah Allah titipkan sebuah pelajaran.
Tidak semua perjuangan harus berakhir dengan kemenangan.
Tidak semua Pengorbanan berakhir Kebahagiaan.
8 Mei 1994 - 8 Mei 2017.
22 Tahun telah berlalu, itu artinya hari ini sudah berumur 23 Tahun.
Banyak hal yang perlu aku perbaiki, tingkah laku, sikap, sopan santun bahkan ilmuku masih sangat kurang.
22 Tahun belum ada yang bisa aku perbuat,
22 Tahun belum banyak yang bisa aku berikan.
22 Tahun belum ada yang bisa aku banggakan.
Tapi selama 22 Tahun juga, aku dipertemukan oleh Allah bersama orang-orang yang baik.
Maka izinkan aku untuk mengucapkan terimakasihku untuk pra teman-temanku, yang sudah banyak membantu ku selama ini.
Hanya Allah s.w.t yang bisa membalas setiap kebaikan kalian, yang tidak bisa aku gantikan dengan petikan kata ataupun peribahasa. yang tidak bisa aku bayarkan dengan senyuman diwajah.
Aku bersyukur dengan apa yang telah aku lewati,
Dan aku bersyukur dengan apa yang akan aku hadapi.
Karena itulah yang menguatkanku.
Memberikan ilmu lebih dari sekedar membaca buku.
Sekarang sudah memasuki umur 23 tahun,
Harus ku akui
Aku memiliki banyak kisah
Terutama dimasa yang telah lalu.
Aku pernah merasakan pahitnya berjalan di arah yang salah.
Kelamnya kehidupan tanpa tujuan yang pasti.
Tapi itu dulu.
and now, aku tidak ingin kembali kesitu
Sekarang aku ingin menjadi pelengkap untuk mereka yang membutuhkanku.
Tidak mudah untuk menjelaskan setiap apa yang telah kita lewati,
Khususnya aku pribadi.
Tapi aku tidak ingin melewatkan begitu saja setiap moment dihidupku.
sampai saat jari ini menari-nari di atas laptop pun aku masih tetap ingin berbagi kisahku.
niatku, bukanlah memperlihatkan sosokku ataupun kisahku.
tapi sekedar menceritakan sedikit bagian dari yang bersejerah dalam hidupku.
terimakasih untuk yang pernah singgah didalam hidupku,
terimakasih untuk yang pernah menciptakan drama di kisahku
dan terimakasih untuk teman-temanku yang sangat berhati mulia mau menerima ku dalam kehidupanmu. Aku hanya bisa berdo'a untuk kalian para teman-temanku. semoga Allah selalu memberikan kalian kesehatan dimanapun berada. amin.
#moment8mei
Rabu, 10 Mei 2017
Sabtu, 25 Februari 2017
Sembilan Semester
Sabtu, 25 Februari 2017. 11.00 WIB.
Setelah seminggu tidak menulis, berhubung hari ini adalah hari
libur ku,
jadi aku sempatkan untuk menulis.
Sekarang ini aku sedang duduk di meja belajarku. Menghadap ntbook
pinkku yang bergambarkan hello kitty :D
jika aku putar kembali kebelakang tentang masa-masa yang telah aku
lewati
Aku tidak tau harus mulai dari mana
Tapi akan aku ambil satu episode hidupku.
dimana waktu itu aku sedang semester 8 menuju semester 9 (2016)
*menuju? Iya menuju semester 9 karena aku kuliah nya Sembilan semester :D
*awalnya memang merasa malu, tapi dibalik malu itu banyak sekali pelajarannya.
Apa aja? Yuk baca !
Januari 2016 aku mulai penelitian di salah satu
sekolah yang ada dipekanbaru.
target ku saat itu adalah bisa selesai penelitian selama dua bulan
dan bisa kompre dibulan april.
karena ingin mengejar wisuda mei 2016.
tapi Allah berkata lain, takdir ku sudah ditentukan.
Skenario untuk ku sudah disiapkan sebaik-baiknya oleh Yang
Menciptakanku.
penelitian berjalan selama 4 bulan, dan itu berarti itu aku tidak
bisa ikutan kompre April 2016.
Iyap, Penelitian dari januari dan berakhir di April 2016.
Nah, disaat itu aku benar-benar drop, karena tidak seperti yang
aku harapkan dan tidak sesuai dengan keingannku di awal.
Dosen-dosen yang memperhatikanku pun sibuk menghubungi ku.
Alhamdulillah, mereka peduli dan perhatian dengan kondisiku saat
itu.
mereka menanyakan kabar dan keadaanku, mereka memberikanku nasehat
dan semangat.
mereka meyakinkan ku bahwa Allah sudah merencakana sesuatu hal
didepan sana yang terbaik untukku.
Maka dengan berjalannya waktu, walaupun beberapa bulan Skripsi Tidak Aku sentuh.
Agustus 2016, pembimbing satu ku mulai memaksaku untuk
menyelesaikan study ku.
beliau mengatakan” ingin hancur sekarang atau ingin
melanjutkan cita-citamu? Saya tau kamu ada masalah, tapi bukan berarti study
kamu yang harus menjadi korban. Dari 10 yang ada didalam kepalamu, setidaknya
kamu harus mengeluarkannya satu yani. Karena satu itulah yang dibutuhkan orang
lain dari kepalamu, untuk masa depanmu dan untuk orang tuamu.”
Aku ceritakan semua masalahku, apa yang menjadi kendalaku saat itu.
*setiapkita punya masalah masing-masing ya guys. :D)
Beliau terdiam, dan aku menangis. Beliau tidak pernah menyangka
dengan semua cerita ku.
Ternyata kamu hanya ketawa diluar sementara banyak sekali beban
dikepalamu nak, ungakapnya saa itu.
Semua dosen menanyakan keadaanmu, karena semua dosen tau dengan
kemampuanmu dikelas . Maka semuanya akan terkejut sekali, jika sampai saat ini
study mu belum selesai. Sekarang tugasmu adalah focus dengan satu tujuanmu,
“Study mu Harus selesai” tidak peduli kamu harus masuk ke semester 9 ataupun
10. Karena ada harapan orang tuamu terhadapmu, ada harapan keluarga mu di
dirimu dan ada harapan kami para dosen melihat mahasiswa nya sukses “
Mulai saat itu, dengan kesabaran aku mulai menerima kenyataan.
Aku mulai berfikir “ Terlambat atau tidak sama sekali ?”
Semakin aku mengulur waktu semakin lambat aku selesai, semakin
terbengkalai studyku. Aku harus bisa menerima semua ini dengan konsekuensi masuk
ke semester 9. Karena semester 8 sudah terlewati (dengan main-main).
September 2016, aku mulai bimbingan kembali dengan pembimbing 1
ku, karena pembing 2 sudah berada dimalang melanjutkan s3 nya.
Walaupun begitu beliau tidak pernah melupakan aku, dan tetap
memberiku semangat untuk tetap menyelsaikan study ku pada semester ini.
Aku tidak mungkin untuk masuk ke semester 10 lagi, karena itu
berarti aku membayar lagi SPP dasar ku. Dan kasian Orang Tua ku.
Aku tuliskan target ku di dinding kamarku
“Yani harus bisa, ingat cita-cita , kurangi bermain dan kamu bisa
lulus dengan nilai terbaik, karena kamu diharapkan oleh orang disekelilingmu,
amin” tulisku
Coretan demi coretan aku perbaiki, sampai di suatu hari pembimbing
satu ku kelelahan dan tidak mau menerima mahasiswa bimbingan.
Aku bertanya kepada teman-teman seperjuangan yang juga anak
bimbingan beliau.
“Ibuknya mau istirahat yan, tidak bisa menerima mahasiswa
bimbingan , tapi ntahlah kalau untuk yani, mana tau bisa. Yani kan dekat dengan
ibu” ungkap mereka
“ kalau kalian tidak bisa, maka aku juga tidak bisa, karena aku
sama dengan kalian, kalau seandainya nanti aku bisa bimbingan, sementara kalian
tidak? Gimana perasaan kalian? Aku tidak mau diperlakukan berbeda disini kawan.
“ ungkapku saat itu.
Karena aku tau,” bukan bermaksud untuk sombong” ibu pasti akan menerima
ku untuk bimbingan walaupun beliau sedang kelelahan, minimal dengan menawarkan
ku untuk bimbingan kerumahnya” aku kenal sekali dengan ibu ku yang ini,
walaupun begitu beliau adalah yang berhati lembut dan sangat membantu
mahasiswanya.
Oktober 2016, waktu semakin dekat untuk penutupan ujian kompre.
Karena terakhir kompre disemester ini adalah bulan November.
Aku semakin was-was, dan pasrah. Setiap malam aku berdo’a “ ya
allah jika engkau takdirkan aku S.Pd ditahun ini maka permudahlah langkahku, lancarkanlah
urusanku” 2 kata yang selalu aku ucapkan didalam hati dan dimulut ku kapan
saja, baik itu didalam shalat ku dan diwaktu berkendaraan. Karena aku percaya
Allah SWT selalu mendengar setiap do’a hambanya, hanya saja kapan waktu do’a
kita terkabul kita tidak tau.
November 2016,
Dibulan ini aku benar-benar pasrah
kepada Allah, seraya dengan selalu berdo’a kepadaNya.
7 november pembimbing satu ku
menuliskan ACC di skripsi ku, aku kaget waktu itu.
Karena ada perasaan bahagia dan
perasaan takutku.
*bahagia ku karena insya allah aku
akan kompre dan study ku akan berakhir.
*takutku karena aku tidak bisa
memberikan yang terbaik untuk dosen ku dan aku tidak bisa mempertanggung
jawabkan dengan baik skripsiku.
Karena aku berfikir, semua dosen
mengenalku aku akan merasa malu sekali jika tidak bisa memberikan yang terbaik
disidang akhirku.
Semua persyaratan aku penuhi, karena
akan direncakan untuk ujian tanggal 16 november, ternyata ada kendala dan tidak
seperti yang direncakan, dan ketua prodi ku bilang dosennya ingin rapat jadi
ujiannya ditunda menjadi 24 november 2016. kembali lagi Allah yang
memiliki skenario terhebat dalam hidupku ini.
Hati ku langsung berdetak “deg” itu
adalah tanggal yang ingin aku hindari karena aku rencanakan untuk pergi keluar
kota. Tapi kembali lagi “Allah yang menentukan yang terbaik untuk hambanya”
Setelah keluar dari ruangan prodi aku
dapat sms dari pembimbing dua ku “yani dimana? Bisa jumpai ibu diruang dosen?
“iya bu yani kesana “ balasku. Aku
tidak kaget lagi, karena aku sudah tau kepulangannya dari malang beberapa hari
yang lalu.
Beliau mengajakku jalan-jalan (Alhamdulillah)
aku berfikir, inilah gantinya sama
Allah atas keiklasanku hari ini. Alhamdulillah
Kami menghabiskan waktu sore hingga
malam dengan berjalan-jalan di SKA Pekanbaru.
Disana kami banyak bercerita dan
bertukar fikiran, banyak hal yang aku kagumi dari beliau.
Kembali lagi aku bersyukur “Allah
telah mengenalkan ku dengan orang-orang baik yang membantu setiap perjalan
study ku dan juga hidupku”
5 hari berlalu dengan kesibukanku
mengurus skripsi ku,
23 November 2016, itu berarti sehari
sebelum ujian akhirku.
Banyak sekali yang belum aku
persiapkan , beruntungnya aku ada teman membantu ku untuk mempersiapkan semua
keperluanku.
Aku kembali memeriksa data mentah ku untuk persiapan besok, ada yang aku khawatirkan untuk ditanyakan tentang
pertemuan 3 ini, tapi aku berdo’a semoga Allah lancarkan semua urusanku.
Aku tidak tidur malam itu, dan itu
adalah sebuah kesalahanku saat itu , karena dengan tidak tidur tidak membuat
semuanya lancar , justru itu membuat aku blank.
24 Nomber 2016.
Hari Sidang ku !!
Iya, hari ini aku ujian kompre, dengan bismillah aku berangkat kekampus. Dan tidak lupa untuk meminta do’a dan restu dari kedua orang tua ku dikampung (Muaralembu).
Jam 8.30 ujian dimulai. di buka dengan membaca ayat suci alqur'an dan itu "aku" yang membcakannya .
kemudian ...
kemudian ...
Aku yang tampil pertama, Allahuakabar.
Bertambah panikku dan deg-degkan jantungku.
Bertambah panikku dan deg-degkan jantungku.
Dosen-dosen mengingatkanku untuk
tidak gugup dan tetap santai.
Aku mulai diuji dengan beberapa
pertanyaan.
Kalian ingat guys? Aku ada bilang di
atas tadi ada pertemuan yang aku takutkan?
Iyap, aku ditanya dengan pertemuan 3
itu.
Ya allah, kenapa semua yang aku
takutkan dirumah yang ditanyakan dihari sidangku?
Disaat itulah aku berfikir bahwa
jangan pernah takutkan apa-apa, serahkan semuanya dengan ALLAH karena apa yang
kita takutkan kebanyakan adalah yang paling ditanyakan diwaktu hari Ujian.
Tapi dengan bantuan pembimbing satu,
aku mampu melewati nya walaupun aku belum yudisium dihari itu. Yudisium
ku ditunda karena ada penguji ku yang menahan nilaiku, satu yang pasti AKU LULUS kompre dihari itu, mampu melewatinya. dan tidak mengulang kembali walaupun HANYA skor yang aku perbaiki dan menambahkan tabel :D
Satu minggu berjalan. 9 desember
2016.
Hari itu adalah hari terakhir nilai
dikeluarkan, sementara nilai ku belum juga dikeluarkan.
Kalau tidak keluar juga, otomatis
aku tidak bisa ikut wisuda di februari nanti. *Terbayang seperti apa perasaanku
saat itu? Iya, itu yang aku rasakan.
Nah disitulah aku benar-benar
merasakan yang namanya perjuangan dalam meraih gelas S.Pd.
Aku benar-benar pasrah, dan banyak
berdo’a . tidak ada yang bisa menolongku saat itu selain ALLAH SWT.
Tapi kembali lagi “ALLAH sudah
merencakan yang terbaik untuk hambanya”
Penguji ku memberikan aku lembar
penilaiannya dan mengatakan” oh kamu hajriyani? nilai kamu sudah lama aku
masukkan ke prodi, tanyalah dengan sekretaris prodi”
“iya buk? Alhamdulillah ,
terimakasih buk “ sambil bersalaman dengan beliau dan aku berfikir” apa maksud
dari semua ini ya allah? Beliau mempermainkanku? Atau sedang menguji ku?:D
dengan menayakan namaku? Apakah beliau lupa denganku? Aku mahasiswanya? Beliau
adalah Pembimbinga Akademik kelasku? Tidak mungkin lupa dengan ku “ semua itu
terngiang-ngiang dikepalaku.
Tapi aku tidak memikirkan itu lebih
jauh. Yang pasti aku bersyukur sekali waktu itu, diiringan dengan ucapan
selamat semua dosen didalam ruang dosen waktu aku bisa ketawa lepas dan
meneteskan air mata.
Pembimbing satu ku mengizinkan ku
untuk yudisium 10 desember 2016. (besoknya).
Alhamdulillah.
10 desember 2016
Alhamdulillah sah dilantik sebagai
sarjana pendidikan biologi.
Sempat di ketawakan oleh para
dosenku yang hadir, karna semua mereka tau dengan perjuangan ku untuk sampai
dihari ini. Kembali lagi Aku ucapkan Alhamdulillah.
Dengan disambut ucapan selamat dari
teman-temanku di hari itu, aku resmi menjadi seorang alumni Pendidikan Biologi
UIR angkatan 2012. J
Demikian cerita ku di episode kali ini.
Pesanku :
1. Banyak-banyaklah berdo’a karena Allah adalah penentu takdir seorang hambanya dan merupakan pemegang scenario terhebat didunia ini.
1. Banyak-banyaklah berdo’a karena Allah adalah penentu takdir seorang hambanya dan merupakan pemegang scenario terhebat didunia ini.
2. berusahalah dan berencalah karena
usahamu adalah hasil yang akan kamu tuai dan rencanamu adalah masa depan yang
akan kamu terima.
3. Jangan putus Asa , berfikirlah “
terlambat atau tidak sama sekali? Ditahun ini atau hanya tunggu mati?
4. selalu posisikan diri kita
diberbagai posisi, maksud aku disini adalah “ dulu aku adalah seorang yang
selalu memposisikan diri selalu didepan, aku tidak pernah memposisikan diriku
dibelakang. nah, disaat aku dihadapkan dengan masalah seperti ini, aku
benar-benar merasakan drop dan galau.
Dulu aku tidak mau menjadi orang
belakang ataupun terbelakang. Karena posisi ku sebagi ketua tingkat
mengharuskan aku harus selalu berada didepan, aku tidak mau duduk dibelakang
dimasa kuliah, namaku tidak mau belakangan, semua kegiatan aku ikuti, karena
aku tidak mau menjadi orang belakang dan terbelakang.
Semua urusanku lancar dan dipermudah,
karena aku kenal dengan ibuk ini dan bapak itu. Tanda tangan mudah aku peroleh,
Dulu aku tidak pernah mengantri untuk mendapatkan tanda tangan ketua prodiku,
aku juga tidak pernah merasa kesulitan dalam hal ini ataupun itu. Semua
orang aku kenal dan semua orang kenal aku. Aku berfikir, ini mudah dan akan
selesai olehku dengan caraku. *(jangan menilaiku sombongku dulu). Baca ceritaku
sampai habis ya teman J
sampai disaat dimana aku mengalami
hal-hal yang aku ceritakan diatas, maka aku membenahi semua fikiranku yang
nomor 4 ini.
Mungkin allah sedang mengajarkan ku
artinya perjuangan dan kesabaran, seperti yang dirasakan oleh teman-temanku
yang lain, bahwa dulu mereka tidak merasakan seperti yang aku rasakan. sekarang
aku sudah merasakannya. Allah itu adil dan allah itu maha tau isi setiap hati
manusia. Dan dunia itu
berputar, akan ada masanya kita di atas dan ada masanya kita dibawah .
Ketika aku dihadapkan dengan hal
seperti ini, aku benar-benar banyak berfikir dan bersyukur dengan apa yang
telah allah berikan dan allah persiapkan untukku. Aku bisa belajar artinya
kesabaran dan kesungguhan, aku belajar artinya kepasrahan dan pengaharapan, aku
merasakan yang namanya menanti tanda tangan, aku merasakan yang namanya antri
didepan ruang dosen dan prodi, dan aku merasakan yang namanya posisi di
belakang. Karena sudah hampir semua teman kelas ku selesai dan diwisuda.
Nah, disinilah aku bisa membenahi
setiap fikiranku, mungkin allah menginginkan aku untuk melihat semua teman ku
untuk tertawa dulu, Alhamdulillah kelas C ku sudah hampir semua nya
menyelsaikan studynya. Ada kebanggaan tersendiri untukku sebagai ketua kelas,
walaupun ketua kelas menjadi penutup dikelas itu untuk wisuda:D
5. Banyak-banyaklah berfikir dan
merenungkan kembali apa yang telah kamu lalui dengan mudah dan apa yang telah
kamu rencanakan terwujud dengan lancarnya. Semua itu sudah Allah selipkan
pelajaran dengan porsinya masing-masing. banyak hikmah yang bisa kita ambil.
6. jangan sungkan untuk bertanya
kepada siapapun karena ilmu itu tidak terbatas .
7. selalu ikut sertakan ALLAH SWT
didalam hidup kita, didalam langkah kita, disetiap pembicaraan kita, disetiap
niat kita, disetiap hembusan nafas kita.
8. bersyukurlah karena kamu
berhasil melewati setiap apa yang kamu rencanakan. Ingatlah, betapa banyak
manusia diluaran sana yang belum merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan saat
ini. Yang belum bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan, sementara kamu? Kamu bisa
bernafas lega sekarang teman. Termasuk dengan Allah masih memberikan mu nafas sampai saat ini, sampai saat kamu membaca
tulisanku ini. bersyukurlah.
9. berterimakasihlah kepada orang
tua kita, karena apapun tentang semuanya. Tidak lepas dari do’a , upaya dan
pengorbanan beliau
10. Terakhir, semoga teman-teman
bisa mengambil inti sari dari cerita singkatku namun panjang ini. Yang aku
katakan satu episode ini, namun terdiri dari beberapa dekade :D. Semoga bisa
dijadikan pelajaran, karena pelajaran itu tidak dari buku saja, tapi juga
berupa cerita orang lain. Semoga bermanfaat, dan mohon maaf jika ada penulisan
dan kata-kata yang salah. aku adalah penulis yang menulis berdasarkan logika
:D, jadi kata-kata saja banyak rancu. “Kesempurnaan Hanya Milik ALLAH, dan
kesalahan dari diriku sendiri. Wassalam.
Hajri Yani
S.Pd J
Rabu, 15 Februari 2017
Just Say Hello
Rabu 15 Februari 2017
Kurang lengkap rasanya jika dalam sehari itu tidak berada di social media :D
Nah, sebelum tidur sempatkan dulu untuk bercerita dan
singgah sebentar.
Walaupun itu hanya sekedar nyapa “say hello “
Sedikit bercerita tentang isi buku yang aku baca “The
Perfect Muslimah” dari Ahmad Rifa'i rif'an.
"Jadilah ia lilin, yang rela melelehkan dirinya demi
menerangi sekitarnya.
Ia tak peduli dengan kesenangan diri.
Orang yang hidup
bagi dirinya sendiri akan mati sebagai orang kerdil.
Tapi orang yang hidup bagi
orang lain, akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.
Ada banyak ujian yang mungkin menimpamu.
Ada banyak musibah
yang mungkin kita alami sejak dini.
Ada banyak keterbatasan yang mungkin kita
temui.
Tapi dengan kerja keras,masa depan yang hebat akan tetap milik orang
yang berjuang dengan hebat.
Hidup memang tak selalu mulus dan berjalan seindah
yang terbayang.
Hidup memang tak selalu sesuai dengan yang diimpikan.
Tapi bagi
hamba-Nya yang tabah, Masa depan yang baik akan diraih dengan upaya yang baik. "
Nah, semoga bisa kita jadikan inspirasi dalam kehidupan kita sehari-hari :)
Selasa, 14 Februari 2017
Tanpa Batasan
Tidak mudah untuk sampai di tahap mendapatkan nama tambahan ini.
Allah, aku tidak akan pernah berhenti bersyukur.
Dengan meneteskan air mata aku mendengar namaku bergaung di
tengah ribuan manusia waktu itu.
Ini barulah tahap awalku, aku masih bercita-cita untuk lebih
dari ini.
Semoga Allah tetap mengabulkan setiap do’aku.
Kalian tau guys?
Kalau kita berusaha dan bersungguh-sungguh dalam setiap apa
yang kita kerjakan
Disaat kita mendapatkan hasilnya, maka itu akan jadi suatu
hal yang sangat membahagiakan sekali.
Cerita aku hingga sampai ketahap ini Mungkin sudah jadi
rahasia umum di prodi aku.
Tapi aku tidak pernah berfikiran negative dengan yang aku
lalui.
Itulah cara Allah menguatkan aku
Aku bisa bicara seperti
ini karena aku benar-benar melaluinya.
aku tidak malu untuk bercerita
selagi itu bisa bermanfaat
untuk orang lain.
aku berharap siapapun yang membaca tulisanku
jangan takut untuk gagal
jangan takut dengan kesulitanmu saat ini
jangan takut kamu tidak berhasil dan tidak mampu
karena semua itulah yang akan mengajarkan kamu arti dari
kesabaran
kesabaranmu tidak akan benar-benar teruji kalau kamu belum
melewati masa-masa sulitnya disemester akhir di bangku kuliahmu.
Aku selalu bermimpi untuk menjadi seorang yang bisa
dibanggakan
Aku selalu berkeinginan untuk menjadi seorang yang bisa
menginspirasi bukan untuk yang selalu ingin di puji.
Aku selalu bercita-cita untuk bisa bermanfaat bagi siapapun.
Aku tidak peduli dengan mereka yang memandangku rendah
ataupun sebelah mata
Aku tidak peduli dengan perkataan orang yang membuatku patah
Aku tidak peduli dengan kesibukan orang lain diluaran sana.
Tapi aku peduli kalau ada yang mengusik ketenangan ku dan
keluargaku
Karena menurutku mereka tidak kenal dengan hidupku.
Mereka hanya tau namaku tapi tidak dengan ceritaku
Bagiku hidupku adalah tanpa batasan
dan aku bisa berbuat apa
saja sesuai keinginanku
dan tentunya dengan selalu mengikutsertakan ALLAH di
dalamnya.
I Love My Job
Selasa 14 februari 2017
Kebanyakan dari kita ingin jadi yang terbaik dalam kehidupan
orang lain.
Tapi kadang kita lupa untuk menjadi yang terbaik untuk diri
kita sendiri.
Kita selalu membenarkan apa yang biasa kita lakukan.
Tapi kadang kita lupa untuk membiasakan yang benar.
Hari ini, hari ketiga aku masuk di kelas untuk menjadi
seorang guru.
Ya Allah, ini benar-benar nyata.
Atas usaha ku selama 4 tahun ini (2012-2016)
akhirnya aku
bisa menjadi seorang guru yang nyata.
Dulu sebelum memakai baju seragam ini
Aku selalu bilang terhadap diri ku sendiri”minimal aku harus
bisa jadi guru untuk diriku sendiri”
Tapi Allah kabulkan do’a ku untuk menjadi guru untuk orang
lain.
Ini kesempatan yang luar biasa buat aku
Walaupun aku tidak pasti sampai kapan aku disini J
Aku cinta dengan pekerjaan ku saat ini
Aku suka dengan anak-anak muridnya
Mereka selalu membuat aku rindu untuk berada dikelas
Mereka pintar dan aktif
Mereka sangat menghormatiku dikelas ataupun diluar kelas
Mudah-mudahan setelah ini akan tetap berlanjut kekeluargaan
diantara kami.
sampai waktu yang tak bisa aku tentukan
Hanya Allah yang maha memutuskan
Dan mempermudah segala urusan.
Senin, 13 Februari 2017
Belajar
Aku belajar untuk menjadi orang baik
Karena aku sadar
Senyumku kepada sesama tidak menjamin diriku baik
Aku belajar untuk berubah kearah baik
Karena aku tau
Ditempat baikpun belum menjamin diriku baik.
Aku belajar untuk mensyukuiri apa yang telah aku lewati
Karena aku berfikir
Keterpurukan itu yang membantu ku untuk bisa berdiri saat
ini
Semuanya aku ingin pelajari.
Iya , belajar karena Allah.
Karena aku butuh belajar.
Belajar di jalan Allah.
Kamu alasan ku "Menulis"
Tak pernah bisa aku mulai dari mana.
Selalu ada hal yang ingin aku sampaikan
Tapi tak pernah terucapkan
Kemarin aku mencintaimu
Hari ini aku merindukanmu
Tapi beberapa bulan kedepan bisa jadi aku jatuh hati pada
yang lain.
Aku bukan beberapa bulan lagi ataupun beberapa tahun lagi.
Karena aku tak pernah tau kapan waktu itu akan datang
Bukan aku tidak bertanggung jawab dengan apa yang aku rasa.
Bukan berarti juga aku tidak berkomitmen.
Hanya saja kita tidak sedang memiliki hubungan yang terikat.
Maka akupun tak bisa menolak
jika suatu saat nanti Hatiku
berlabuh pada yang lain.
Jika allah saja bisa menitipkan rasa dan debaran ini
terhadapmu
Maka bukan mustahil allah memberikan rasa ini pada yang
lain.
Selama itu tidak ada ikatan yang kuat,
selama itu pula aku
belum tentu bisa menjaga semua rasa.
Karena masih ada Allah diatas segalanya.
Maka aku putuskan untuk menyukaimu dengan caraku
Mengagumimu sewajarku
Karena kahawatirku ku kelak
Akan memberi dan meninggalkan luka sebelum waktunya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Nasib dan Takdir Bukan sebuah Rencana
Perempuan tidak ditakdirkan menjadi penunggu. Tetapi juga pencari Sebab, jika selama hidupmu hanya menanti. Pernahkah kau b...
-
Sabtu, 25 Februari 2017. 11.00 WIB. Setelah seminggu tidak menulis, berhubung hari ini adalah hari libur ku, jadi aku sempatkan unt...
-
LAPORAN PRAKTIKUM PERKEMBANGAN HEWAN REGENERASI PADA KECEBONG DISUSUN OLEH : ENDAH PU...
-
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN FOTOSINTESIS I I UJI AMILUM DOSEN PEMBIMBING : Dr. Sri Amnah, M.Si DISUSUN OLEH : ...
