Jumat, 02 Januari 2015

Laporan Transpirasi



LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

TRANSPIRASI

DOSEN PEMBIMBING       : Dr. Sri Amnah, M.Si




DISUSUN OLEH :
NAMA                         : HAJRI YANI
NPM                          : 126510795
KELAS                        : 5.C-BIOLOGI
KELOMPOK                     : 6
TANGGAL                      : 20 DESEMBER 2014


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

PEKANBARU

2014





LAPORAN PRAKTIKUM
TRANSPIRASI

I.                   TUJUAN
·        Mengetahui proses transpirasi pada tumbuhan.
·         Mengetahui pengaruh luas permukaan daun terhadap kecepatan     transpirasi               
·         Menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peristiwa transpirasi pada tanaman.
II.                LANDASAN TEORI    
            Tumbuhan untuk hidupnya  memerlukan cahaya, suhu, kelembaban, mineral, dan air. Air digunakan untuk reaksi biokimia  dalam sel. Kebutuhan air secukupnya, jika kelebihan air akan di uapkan atau ditranspirasikan. Jika kelebihan air tidak di buah, justri akan menghambat metabolisme yang akhirnya akan merusak tanaman itu sendiri.
            Pengeluaran air pada tanaman dapat melalui peristiwa transpirasi atau gutasi. Transpirasi adalah lepasnya air dalam bentuk uap air dari tubuh tumbuhan ke atmosfer. Penguapan dapat melalui stomata, lenti sel, dan kutikula. Sedangkan, gutasi adalah proses penheluaran air berupa tetes air pada ujung daun yang merupakan ujung dari xylem yang disebut hudatoda atau emisarium.
            Proses transpirasi sebenarnya merupakan proses fisika, yaitu penguapan air dari daun ke atmosfer. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan penguapan, yaitu photometer dan transpirometer atau evaporometer. Transpirasi diperlukan tumbuhan untuk membantu penyerapan unsur hara, mengatur suhu tubuh tanaman, dan membuang sisa air yang berlebihan. Pada alat transpirometer, air dalam tabung akan berkurang karena diserap tanaman dan ruang bekas air akan diisi udara, dengan mengukur jarak tempuh pada pipa kapiler, kita akan tahu jumlah air yang diuapkan oleh daun tanaman.
Hanya 1-2% dari seluruh air yang ada dalam tubuh tumbuhan digunakan  dalam fotosintesis atau dalam kegiatan metabolic sel-sel daunnya. Sisanya menguap dari daun dalam proses transpirasi. Bila stomata terbuka, uap air ke luar dari daun. Jika daun itu harus terus berfungsi dengan baik maka air segar harus disediakan kepada daun untuk menggantikan yang hilang pada waktu transpirasi.
            Proses transpirasi akan menyebabkan potensial air lebih rendah dibandingkan batang ataupun akar. Akibatnya, daun seolah-olah menghisap air dari akar.
Untuk menguapkan air, tumbuhan butuh energy baru atau berubah energy menjadi panas. Dengan demikian, transpirasi menimbulkan pengaruh pendinginan pada daun. Kebutuhan panas untuk menguapkan air berasal dari sinar matahari yang disalurkan melalui cahaya langsung, radiasi dan konveksi. Air merupakan bagian terbesar dari jaringan tumbuhan, semua proses tumbuh dan berkembang terjadi karena adanya air.
Ada tiga jenis transpirasi, yaitu :
1)      Transpirasi Kutikula.
Adalah evaporasi air yang tejadi secara langsung melalui kutikula epidermis. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10%. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melaui stomata. 
2)      Transpirasi Stomata
Sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi diantara sel-sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang dikelilingi oleh dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari dinding-dinding basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian berdifusi melalui stomata dari ruang-ruang antar sel ke athmosfer di luar. Sehingga dalam kondisi normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selali jenuh uap air. Asalkan stomata terbuka, difusi uap air ke athmosfer pasti terjadi kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembap.
3)      Transpirasi Lentisel
Yaitu pada daerah kulit kayu yang berisi sel-sel. Uap air yang hilang melalui jaringan ini adalah 0,1%
 Pengukuran Transpirasi.
            Pengukuran laju transpirasi tidaklah terlalu mudah dilakukan. Kesulitan utamanya adalah karena semua cara pengukuran traspirasi mengharuskan penempatan suatu tumbuhan dalam berbagai kondisi yang mempengaruhi laju transpirasi. Ada empat cara laboratorium untuk menaksir laju transpirasi :
1.      Kertas korbal klorida
Pada dasarnya cara ini adalah pengukuran uap air yang hilang ke udara yang diganti dengan pengukuran uap airyang hilang ke dalam kertas kobal klorida kering. Kertas ini berwarna biru cerah dan tetapi menjadi biru pucat dan kemudian berubah menjadi merah jambu bila menyerap air. Sehelai kecil kertas biru cerah ditempelkan pada permukaan daun dan ditutup dengan gelas preparat. Demikian juga bagian bawah daun. Waktu yang diperlukan untuk mengubah warna biru kertas menjadi merah jambu dijadikan ukuran laju kehilangan air dari bagian daun yang ditutup kertas.
2.      Potometer
Alat ini mengukur pengambilan air oleh sebuah potongan pucuk, denga asumsi bahwa bila air tersedia dengan bebas untuk tumbuhan, jumlah air yang diambil sama dengan jumlah air yang dikeluarkan oleh transpirasi.
3.      Pengumpulan uap air yang ditranspirasi
Cara ini mengharuskan tumbuahn atau bagian tumbuhan dikurung dalam sebuah bejana tembus cahaya sehingga uap air yang ditranspirasikan dapat dipisahkan.


4.      Penimbangan langsung
Pengukuran transpirasi yang paling memuaskan diperoleh dari tumbuhan yang tumbuh dalam pot yang telah diatur sedemikan rupa sehingga evaporasi dari pot dan permukaan tanah dapat dicegah. Kehilangan air dari tumbuhan ini dapat ditaksir untukjangka waktu tertentu dengan penimbangan langsung.
Faktor yang mempengaruhi transpirasi.
Faktor dalam adalah:
1.     Penutupan stomata : Sebagian besar transpirasi terjadi melalui stomata karena kutikula secara relatif tidak tembus air, dan hanya sedikit transpirasi yang terjadi apabila stomata tertutup. Jika stomata terbuka lebih lebar, lebih banyak pula kehilangan air tetapi peningkatan kehilangan air ini lebih sedikit untuk mesing-mesing satuan penambahan lebar stomata Faktor utama yang mempengaruhi pembukaan dan penutupan stomata dalam kondisi lapangan ialah tingkat cahaya dan kelembapan.
2.     Jumlah dan ukuran stomata : Jumlah dan ukuran stomata, dipengaruhi oleh genotipe dan lingkungan mempunyai pengaruh yang lebih sedikit terhadap transpirasi total daripada pembukaan dan penutupan stomata.
3.     Jumlah daun : Makin luas daerah permukaan daun, makin besar transpirasi.
4.     Penggulungan atau pelipatan daun : Banyak tanaman mempunyai mekanisme dalam daun yang menguntungkan pengurangan transpirasi apabila persediaan air terbatas.
5.      Kedalaman dan proliferasi akar : Ketersedian dan pengambilan kelembapan tanah oleh tanaman budidaya sangat tergantung pada kedalaman dan proliferasi akar. Perakaran yang lebih dalam meningkatkan ketersediaan air, dari proliferasi akar (akar per satuan volume tanah ) meningkatkan pengambilan air dari suatu satuan volume tanah sebelum terjadi pelayuan permanen.

Faktor luar adalah :
1.      Sinar matahari
Seperti yang telah dibicarakan didepan, maka sinar menyebabkan membukanya stoma dan gelap menyebabkan tertutupnya stoma, jadi banyak sinar berarti juga mempergiat transpirasi. Karena sinar itu juga mengandung panas (terutama sinar infra-merah), maka banyak sinar berarti juga menambah panas, dengan demikian menaikkan tempratur. Kenaikan tempratur sampai pada suatu batas yang tertentu menyebabkan melebarnya stoma dan dengan demikian memperbesar transpirasi .
2.      Temperatur
Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun yang ada dalam keadaan turgor. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu 10o -20o F lebih tinggi daripada suhu udara. Pengaruh tempratur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun. Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun.
Kenaikan tempratur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas .
3.      Kebasahan udara (Kelembaban udara)
Pada hari cerah udara tidak banyak mengandung uap air. Di dalam keadaan yang demikian itu, tekanan uap di dalam daun jauh lebih lebih tinggi dari pada tekanan uap di luar daun, atau dengan kata lain, ruang di dalam daun itu lebih kenyang akan uap air daripada udara di luar daun, jadi molekul-molekul air berdifusi dari konsentrasi tinggi (di dalam daun) ke konsentrasi yang rendah (di luar daun.
Kesimpulannya ialah, udara yang basah menghambat transpirasi, sedang udara kering melancarkan transpirasi. Pada kondisi alamiah, udara selalu mengandung uap air, biasanya dengan konsentrasi antara 1 sampai 3 persen. Sebagian dari molekul air tersebut bergerak ke dalam daun melalui stomata dengan proses kebalikan transpirasi.
Laju gerak masuknya molekul uap air tersebut berbanding dengan konsentrasi uap air udara, yaitu kelembaban. Gerakan uap air dari udara ke dalam daun akan menurunkan laju neto dari air yang hilang. Dengan demikian, seandainya faktor lain itu sama, transpirasi akan menurun dengan meningkatnya kelembaban udara 
4.      Angin
Pada umumnya angin yang sedang, menambah kegiatan transpirasi. Karena angin membawa pindah uap air yang bertimbun-timbun dekat stoma. Dengan demikian, maka uap yang masih ada di dalam daun kemudian mendapat kesempatan untuk difusi ke luar . Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi, baik di dalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air.
Akan tetapi, di bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air.
Dalam udara yang sangat tenang suatu lapisan tipis udara jenuh terbentuk di sekitar permukaan daun yang lebih aktif bertranspirasi. Jika udara secara keseluruhan tidak jenuh, maka akan terdapat gradasi konsentrasi uap air dari lapisan udara jenuh tersebut ke udara yang semakin jauh semakin tidak jenuh.
Dalam kondisi seperti itu transpirasi terhenti karena lapisan udara jenuh bertindak sebagai penghambat difusi uap air ke udara di sekitar permukaan daun. Oleh karena itu, dalam udara yang tenang terdapat dua tahanan yang harus ditanggulangi uap air untuk berdifusi dari ruang-ruang antar sel ke udara luar. Yang pertama adalah tahanan yang harus dilalui pada lubang-lubang stomata, dan yang kedua adalah tahanan yang ada dalam lapisan udara jenuh yang berdampingan dengan permukaan daun.
 Oleh karena itu dalam udara yang bergerak, besarnya lubang stomata mempunyai pengaruh lebih besar terhadap transpirasi daripada dalam udara tenang. Namun, pengaruh angin sebenarnya lebih kompleks daripada uraian tadi karena kecendrungannya untuk meningkatkan laju transpirasi sampai tahap tertentu dikacaukan oleh kecendrungan untuk mendinginkan daun-daun sehingga mengurangi laju transpirasi. Tetapi efek angin secara keseluruhan adalah selalu meningkatkan transpirasi 
5.      Keadaan air dalam tanah
Air di dalam tanah ialah satu-satunya suber yang pokok, dari mana akar-akar tanaman mendapatkan air yang dibutuhkannya. Absorpsi air lewat bagian-bagian lain yang ada di atas tanah seperti batang dan daun juga ada, akan tetapi pemasukan air lewat bagian-bagian itu tiada seberapa kalau dibanding dengan penyerapan air melalui akar.
Tersedianya air dalam tanah adalah faktor lingkungan lain yang mempengaruhi laju transpirasi. Bila kondisi air tanah sedemikian sehingga penyediaan air ke sel-sel mesofil terhambat, penurunan laju transpirasi akan segera tampak. 
Laju transpirasi dapat dipengaruhi oleh kandungan air tanah dan laju absorbsi air dari akar. Pada siang hari, biasanya air ditranspirasikan dengan laju yang lebih cepat daripada penyerapannya dari tanah. Hal tersebut menimbulkan defisit air dalam daun. Pada malam hari akan terjadi kondisi yang sebaliknya, karena suhu udara dan suhu daun lebih rendah. Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat.
D.    Mekanisme transpirasi
            Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel sel mesofil ke rongga antar sel yang ada dalam daun. Dalam hal ini rongga antar sel jaringan bunga karang merupakan rongga yang besar, sehingga dapat menampung uap air dalam jumlah banyak. Penguapan air ke rongga antar sel akan terus berlangsung selama rongga antar sel belum jenuh dengan uap air.
Sel-sel yang menguapkan airnya kerongga antar sel, tentu akan mengalami kekurangan air sehingga potensial airnya menurun. Kekurangan ini akan diisi oleh air yang berasal dari xilem tulang daun, yang selanjutnya tulang daun akan menerima air dari batang dan batang menerima dari akar dan seterusnya. Uap air yang terkumpul dalam ronga antara sel akan tetap berada dalam rongga antar sel tersebut, selama stomata pada epidermis daun tidak membuka.
Apabila stomata membuka, maka akan ada penghubung antara rongga antar sel dengan atmosfer kalau tekanan uap air di atmosfer lebih rendah dari rongga antar sel maka uap air dari rongga antar sel akan keluar ke atmosfer dan prosesnya disebut transpirasi. Jadi syarat utama untuk berlangsungnya transpirasi adalah adanya penguapan air didalam daun dan terbukanya stomata.
E.     Kegunaan dan kerugian transpirasi
1.      Kegunaan transpirasi
Pada tanaman, transpirasi itu pada hakekatnya suatu penguapan air yang baru yang membawa garam-garam mineral dari dalam tanah. Transpirasi juga bermanfaat di dalam hubungan penggunaan sinar (panas) matahari. Kenaikan temperatur yang membahayakan dapat dicegah karena sebagia dari sinar matahari yang memancar itu digunakan untuk penguapan air.
Mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembulih xilem,  membuang kelebihan air, menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal, mengatur bukaan stomata, dan sebagai salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu daun.  pengangkutan unsur hara tetap dapat berlangsung jika transpirasi tidak terjadi.
Akan tetapi, laju pengangkutan terbukti akan berlangsung lebih cepat jika transpirasi berlangsung secara optimum. Transpirasi jelas merupakan suatu proses pendinginan, pada siang hari radiasi matahari yang diserap daun akan meningkatkan suhu daun. Jika transpirasi berlangsung maka peningkatan suhu daun ini dapat dihindari.
2.      Kerugian transpirasi
Transpirasi dapat membahayakan  tanaman  jika  lengas  tanah  terbatas, penyerapanair  tidak mampu mengimbangi  laju  transpirasi, tanaman  layu, layu permanent, mati, hasil  tanaman menurun. Sering  terjadi di daerah kering, perlu  irigasi.

III.             RUMUSAN  MASALAH
·         Apakah ada pengaruh cahaya terhadap transpirasi pada tempat terang dan ditempat yang gelap atau teduh?

IV.             HIPOTESIS
Ha = Ada pengaruh cahaya terhadap laju trasnspirasi ditempat yang gelap atau teduh.





V.                ALAT DAN BAHAN
TRANSPIROMETER
STOPWAT
KAMERA
PISAU CUTTER
KERTAS KALKIR
VASELIN
RANTING RAMBUTAN
AIR
TIMBANGAN ANALITIK






VI.              LANGKAH KERJA
1.      Merangkai alat dengan benar, kemudian memasukkan cabang tanaman yang ada daunnya ke dalam alat transpirometer.
2.      Merapatkan bagian yang diduga bocor dengan vaselin (tanda bocor) air mengalir ke luar karena ada tekanan udara.
3.      Meletakkan alat transpirometer pertama di tempat terang.
4.      Melakukan  seperti nomor (3), yaitu meletakkannya ditempat yang teduh.
5.      Melepas  sumbat alat, buang airnya, kemudian ambil daunnya tanpa tangkai dan ditimbang. Mencatat hasil penimbangannya.
6.      Mengambil  beberapa daun minimal 5 buah daun yang telah diuji tadi. Memotong dengan luas total berat dibagi dengan berat daun yang dicetak dikertas kalkir tersebut, kemudian menimbang dan mencari rata-ratanya.
7.      Menghitung dengan cara terlampir.                           
8.      Dokumentsilah hasilnya untuk hasil pengamatan

VI.              HASIL PENGAMATAN 
Tabel Laju Pengamatan Transpirasi Ditempat yang Teduh/ gelap 

Menit
Laju (ml)
Kecepatan (ml/menit)
1
0,005
0,005
2
0,005
0
3
0,006
0,001
4
0,006
0
5
0,008
0,002
6
0,010
0,002
7
0,015
0,005
8
0,015
0
9
0,019
0,004
10
0,019
0
11
0,020
0,001
12
0,020
0
13
0,021
0,001
14
0,021
0
15
0,022
0,001
16
0,022
0
17
0,023
0,001
18
0,023
0
19
0,023
0
20
0,023
0


0,023

Cara Mencari kecepatan:
                                            = 0,005

Luas permukaan daun =    = 0,2


Laju transpirasi =  =  = 173,91304






·           Gambar hasil pengamatan

Laju transpirasi menit ke-1 0,005.

Laju transpirasi menit ke-2 masih tetap sama..

Laju transpirasi menit ke-3 bertambah menjadi 0,006.


Laju transpirasi menit ke-4 masih sama dengan menit ke-3


Laju transpirasi menit ke-5 naik menjadi 0,008


Laju transpirasi pd menit ke-6 naik 0,01


Laju transpirasi menit ke-7 naik menjadi 0,015.


Laju transpirasi menit ke-8 sama dengan menit ke-7.

Laju transpirasi menit ke-9 laju menjadi 0,019

Laju transpirasi menit ke-10 masih sama dg menit ke-9

Laju transpirasi menit ke-11 laju menjadi naik 0,02                             

Laju transpirasi menit ke-12 masih sama pd menit ke-11            

Laju transpirasi menit ke-13 laju naik menjadi 0,021

Laju transpirasi menit ke-14 masih sama dengan menit ke-13

Laju transpirasi menit ke-15 laju naik menjadi 0,02

Laju transpirasi menit ke-16 masih sama pada menit ke-15


laju transpira menit ke-17 sampai
pada menit ke-20, tetap 0,023


             
              
              
             
             
                  
                 
   
VII.          GAMBAR  HASIL  PRATIKUM  TRANSPIRASI  DITEMPAT
YANG TERANG , MENUNJUKKAN  GAGAL  KARENA  DISEBABKAN  OLEH BEBERAPA  FAKTOR.

·                     Untuk tabel transpirasi yang ditempat yang terang.
Pada tempat terang, transpirasi tidak ada tabel, karena keterangannya tidak ditemui hasil transpirasi pada tempat yang terang,( tidak berhasil) yang disebabkan oleh beberapa faktor.
Faktornya akan dijelaskan dalam pembahasan.







VIII.    PEMBAHASAN
Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel-sel mesofil ke rongga antar sel yang ada dalam daun. Dalam hal ini rongga antar sel jaringan bunga karang merupakan rongga yang besar, sehingga dapat menampung uap air dalam jumlah yang banyak. Penguapan air ke rongga antar sel akan terus berlangsung selama rongga antar sel belum jenuh dengan uap air. Sel-sel yang menguapkan airnya kerongga antar sel tentu akan mengalami kekurangan air sehingga potensial airnya menurun. Kekurangan air ini akan diisi oleh air yang berasal dari xylem tulang daun yang selanjutnya tulang daun akan menerima air dari batang dan batang menerima dari akar.
Uap air yang terkumpul dalam rongga antar sel akan tetap berada dalam rongga antar sel tersebut selama stomata pada epidermis daun tidak membuka. Kalaupun ada uap air yang keluar menembus epidermis dan kutikula, jumlahnya hanya sedikit dan dapat diabaikan. Agar transpirasi dapat berjalan, maka stomata pada epidermis tadi harus membuka. Apabila stomata membuka, maka akan ada penghubung antara rongga antar sel dengan atmosfer.
Dari pengamatan transpirasi detempat terang dan gelap yang kami lakukan pada tumbuhan, maka disini dapat kami bahaskan Masalah yang ditemui pada transpirasi yaitu:
·      Pada transpirasi ditempat yang gelap ini kami mendapatkan hasil pengamatan
yang mana laju transpirasi ditempat gelap ini lambat pada menit ke- 20 laju transpirasi baru mencapai 0,023, kenapa hal demikian ..? dan apa yang menyebabkan laju transpirasi pada ditempat gelap ini lambat, karena salah satu yang memperlambat transpirasi ini adalah sinar matahari yang mana pada ditempat gelap ini sinar matahari tidak ada sehingga itulah faktor yang pertama yang menyebabkan lambatnya transpirasi nditempat yang gelap ini lambat. sedangkan faktor yang bisa membuat transpirasi itu bisa laju salah satunya adalah sinar matahari, yang mana sinar menyebabkan membukanya stomata dan gelap menyebabkan menutupnya stomata, ketika stomata terbuka akan mempercepat transpirasi.
·      Pada transpirasi yang dilakukan ditempat yang terang ini, yang mana
beberapa kelompok telah melakukan pratikum tapi mereka tidak mendapatkan hasil sama sekali itulah masalah yang kami jumpai pada pratikum transpirasi ditempat yang gelap ini seharusnya pada tempat yang terang ini laju transpirasi akan cepat dibandingkan transpirasi ditempat yang gelap , karna adanya sinar matahari yang bisa mempercepat transpirasi.
·     Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara pertama cahaya akan
mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi aktifitas transpirasi dan yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-tutupnya stomata. Stomata merupakan bagian  dari jaringan epidermis pada daun yang berfungsi sebagai organ transpirasi dan fotosintesis. Daun yang mempunyai stomata di kedua permukaan disebut daun amfistomatik, sedangkan apabila memiliki stomata yang hanya terdapat di permukaan atas saja disebut daun epistomatik, dan sebaliknya apabila mempunyai stomata yang hanya terdapat pada permukaan bawah saja disebut daun hipostomatik. Adapun  letak stomata paling banyak terdapat di permukaan bawah daun, karena untuk mengurangi proses penguapan air
·     Jadi disini dapat kami beri alasan kenapa pada transpirasi ditempat yang
terang ini satupun teman tidak berhasil mngkin faktornya bisa saja yaitu: mungkin transpirometernya ada kerusakan, dan mungkin bisa ug kinerja yang pratikum tidak baik sehingga tidak mendapatkan hasilnya.
·      Jadi dasar teori yang didapatkan terjawablah permasalahan diatas yaitu
pengaruh adanya sinar matahari terhadap transpirasi yaitu dapat mempercepatkan laju transpirasi karena dibawah sinar matahari stomata bisa membuka dan digelap stomata menutup.


XI.              KESIMPULAN
Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Proses proses transpirasi terjadi melalui 2 tahapan, yaitu :
1.      Evaporasi air dari dinding sel ke ruang antar sel yang ada dalam daun. Proses ini   akan terus berlangsung sampai rongga antar sel jenuh dengan uap air. Sel-sel yang menguapkan air ke rongga antar sel akan kekurangan air sehingga potensial airnya menurun. Pada tahap inilah air yang diserap oleh akar akan dibawa naik melalui pembuluh xylem sampai bagian daun.
2.      Difusi air dari ruang antar sel ke atmosfer melalui stomata, kutikula ataupun lentisel.
Kecepatann proses transpirasi disebabkan karena faktor internal dan ksternal. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi kecepatan transpirasi antara lain adalah suhu, kelembaban, dan cahaya yang menyebabkan membuka dan menutupnya stomata. Sedangkan faktor internal antara lain adalah penutupan stomata, jumlah dan ukuran stomata, tebal  atau tipisnya daun, Ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun dan penggulungan atau pelipatan daun. Faktor eksternal sangat berpengaruh pada proses transpirasi, jika keadaan suhu di luar sel lebih rendah dari pada di dlama sel dan jika kelembapan di dalam sel lebih lembab dari pada diluar sel maka proses transpirasi akan terhambat.
Bagi tumbuhan, transpirasi yang berlangsung memberikan beberapa manfaat, antara lain :
1.      Menyebabkan terjadinya daya isap daun sehingga terjadi transport air di batang.
2.      Membantu penyerapan air dan zat hara oleh akar.
3.      Mengurangi air yang terserap secara berlebihan.
4.      Mempertahankan temperature yang sesuai untuk daun.
5.      Mengatur fotosintesis dengan menbuka dan meututupnya stomata.
Jadi dari hasil pratikum ini Hipotesis terjawab yaitu Ha diterima karena adanya pengaruh transpirasi yang dilakukan di tempat yang gelap yaitu menyebabkan transpirasi berjalan lambat jadi Ho ditolak.



















DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Sistem Transportasi dan Transpirasi dalam Tanaman.

Campbell, Recce-Mitchell, 2004. Biologi, Edisi ke lima, Erlangga; Jakarta

Dwijoseputro.1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Gramedia.

Dwidjoseputro. 1986. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Gardner, F.P.R. 1991. Fisiologi Tanamanan Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=34436. Diakses tanggal 23 desember 2014)
(Diakses tanggal 23 desember 2014)

Ign. Khristiyono, PS. SPd. M.M., 2006. Biologi Esis, Jakarta
Jayamiharja, Joni B. Ahmad. 1977. Diktat Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Purwokerto: Fakultas Pertanian UNSOED.

Loveless, A. R. 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Soedirokoesoemo, Wibisono. 1993. Materi Pokok Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.




motivation for me :)




this about love ALLAH SWT :)


Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. 
Biarlah aku hanya cantik di matamu. 
Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. 
Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku.
Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. 
Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. 
Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi.
Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. 
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. 
Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. 
Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. 
Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.
Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku.
Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan?
Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. 
Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu.
Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu.
 Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. 
Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. 
Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. 
Itu janji Allah. 
Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu.
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. 
Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. 
Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. 
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.
Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri.
Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.
Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. 
Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.
Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya. 
Cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Rabu, 17 September 2014

50 PERBEDAAN ANTARA ORANG CERDAS DAN ORANG BODOH

  1. Perbedaan utama orang cerdas dan orang yang bodoh terletak pada kesadaran dan pengakuan. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya sehingga ia merasa bodoh di hadapan tuhannya, sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohan nya sehingga ia merasa cerdas dihadapan Tuhannya
  2. Orang cerdas bercermin  kepada kematian sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
  3. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh lebih sring menghitung-hitung kelebihannya.
  4. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi, menyayangi, dan mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi dan dicintai.
  5. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
  6. Orang cerdas memikirkan bagaimana ,membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
  7. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, dan rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
  8. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh larut dalam pemikirannya tanpa sempat untuk mewujudkannya.
  9. Orang cerdas bertindak sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh menasehati sebelum bertindak.
  10. Orang bodoh selalu berKaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
  11. Orang cerdas selalu berpikir berbagai cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk di puji. 
  12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, Orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
  13. Orang cerdas memikul buku-buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh memikul buku-buku di kendaraannya.
  14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
  15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Tuhannya, sedangkan orang orang bodoh merasa diminta dan diperlukan Tuhannya.
  16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
  17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
  18. Orang cerdas selalu merasa malu untuk menolak pertolongan orang lain, sedangkan orang bodoh tanpa rasa malu selalu mengharapkan pertolongan orang lain.
  19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
  20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
  21. Orang cerdas acapkali  membicarakan tentang kebesaran Tuhannya, sedangkan orang bodoh seringkali membicarakan kehebatan dirinya.
  22. Orang cerdas selalu menghindar dari ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh sering menjerumuskan diri dalam ketidaktahuan.
  23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
  24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
  25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah
  26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
  27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
  28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Tuhannya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Tuhannya.
  29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walaupun di saat senang.  
  30. Orang cerdas  bersandar pada doanya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
  31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
  32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
  33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya,sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
  34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
  35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyesatkannya.
  36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Tuhannya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
  37.  Orang cerdas mampu meminta maaf dan memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
  38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
  39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
  40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir  bagaimana caranya untuk meminta.
  41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
  42. Orang cerdas berusaha untuk membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya.
  43. Orang cerdas selalu berorientasi ke masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
  44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
  45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa berani bertanggung jawab.
  46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
  47. Orang cerdas memndidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
  48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
  49. orang cerdas selalu ditunggu dan diharapkaN orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
  50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh  berbicara tanpa akal

intip Ciri ciri orang Cerdas

Orang cerdas itu ternyata bisa dilihat dari kebiasaan, sikap dan riwayat hidupnya.
Sebagian orang menganggap, otak cerdas yang dimiliki seseorang karena anugerah yang sudah diberikan Tuhan secara alami. Ada juga yang menganggap kepintaran yang diperoleh hasil asahan sejak kecil, dengan rajin belajar. Kemudian, faktor lain, nutrisi dari makanan-makanan bergizi dianggap sebagai pendongkrak kecerdasan.
Nah, dari pada pusing cari tahu dari asalnya kepintaran yang dimiliki seseorang, lebih baik Hard Rockers mempelajari ciri-ciri orang cerdas. Siapa tahu orang di sekitar, entah itu pacar, adik, kakak, sohib termasuk orang cerdas.
Penasaran? Berikut ini ciri-ciri orang cerdas yang bisa dilihat dari kebiasaan, sikap, atau riwayat hidupnya:
Kidal
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kidal (dominan tangan kiri) terkait dengan kecerdasan. Orang kidal cenderung memiliki skor lebih tinggi pada tes IQ, dan juga dapat menyelesaikan tes IQ lebih cepat dibandingkan orang dengan dominan tangan kanan.

Urutan lahir
Banyak penelitian menemukan hubungan antara IQ dan urutan kelahiran dalam keluarga. Anak sulung umumnya ditemukan lebih cerdas dibandingkan saudaranya. Tidak diketahui jelas apa yang menyebabkan hal ini, apakah kondisi pra-kelahiran ibu atau karena efek sosial pasca melahirkan.

Rambut tubuh
Studi terhadap kaum pria yang dilakukan oleh Dr. Aikarakudy Alias menemukan hubungan antara rambut tubuh dengan kecerdasan. Bukan melihat dari tes IQ, tetapi Dr Aikarakudy melihat hubungan antara rambut tubuh dengan tingkat pendidikan. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan populer.
Ia menemukan bahwa cowok dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki lebih banyak rambut tubuh dibandingkan dengan pria pekerjaan kasar. Dia juga menemukan bahwa siswa yang unggul di kelas lebih 'berambut' dibandingkan siswa yang lain. Tapi belum jelas korelasi antara kedua hal tersebut.

Eksentrisitas
Orang eksentrik biasanya terlihat sebagai orang yang berperilaku aneh dan keluar dari norma-norma sosial. Tak jarang eksentris dihubungkan dengan kegilaan. Namun beberapa bukti (kebanyakan anekdot) menunjukkan bahwa orang dengan intelektual dan kreativitas tinggi rentan terhadap eksentrisitas. Eksentrik juga umum di kalangan akademisi.

Gangguan bipolar
Penyakit mental telah dikaitkan dengan kecerdasan sejak zaman kuno. Bahkan ada yang menganggap 'gila' beda tipis dengan jenius. Hubungan penyakit mental dan kecerdasan juga berbuah studi bagi ahli saraf dan psikolog.

Jumat, 22 Agustus 2014

hay..
ini kita loh..
Jilbab merah : tetti ajrianti, jilbab hitam : hajri yani (saya) hijau paling depan (maya fiseha), sudut kanan (tet anggraini putri) di tengah (nurhidayati) dan paling belakang ( gustia raini).
ini tu tanggal 4 mei 2014 di taman hutan raya pekanabaru.. kami kelapangan dengan tugas kuliah botani tumbuhan tinggi :)

Seberapa Cantikkah Engkau?

Cantik, sebutan kehormatan bagi wanita dan pujian yang membuktikan bahwa keberadaan mereka diakui. Cantik adalah nilai lebih yang membuat seorang wanita lebih berharga. Cantik bukanlah semata hadiah dari Allah, kecantikan itu bisa kita wujudkan, bisa kita munculkan. Namun semua itu pasti tidak mudah. Butuh usaha keras, kekuatan niat dan kesungguhan hati.

Wanita itu cantik jika berilmu. dia tidak hanya menonjolkan emosi dalam berdebat, melainkan kedalaman ilmu yang memikat.
Dia tidak hanya pandai dalam berteori namun bisa mempraktekannya secara rinci. Dia menerangi sekitarnya dengan ilmu yang dimiliki, namun tidak pernah pelit untuk berbagi.
Dengan ilmu itu, mereka tunduk kepada Allah. Karena pengetahuan itulah, mereka memilih menjadi hamba yang bertakwa.
Tidak hanya sekedar ikut, namun selalu mengkaji ilmu Allah dengan lebih runut.
Tindakannya berdasarkan ilmu, bukan pendapatnya pribadi, apalagi hanya sekedar emosi diri.
Ilmu itu membuat hatinya tunduk,  nafsunya lebur, dan perilakunya teratur.  
Wanita itu cantik jika memiliki rasa malu.
Malu mempertontonkan dirinya dengan sebegitu murah, dan malu jika  tidak bisa menjadi hamba yang patuh dan amanah kepada tuhannya.
Mereka yang malu akan senantiasa menjaga diri dari dosa.
Lihatlah betapa kemudian mereka sangat berharga. Siapapun yang akan mendekat kepadanya, akan merasa sungkan dan merasa harus menyiapkan sebuah kehati- hatian.
Rasa malu itu yang akhirnya mengangkat derajatnya sendiri, dengan lebih tinggi tentunya.

Wanita itu cantik jika mereka cerdas. Cerdas untuk tidak berbuat bodoh dalam merendahkan kehormatan mereka sendiri.
Cerdas untuk menata kata,  dan menempatkan diri dalam berbagai situasi.
Semua makhluk pastilah tahu, bahwa wanita adalah tentang perasaannya, namun wanita cantik nan cerdas itu sangat mengerti kapan harus menggunakan logikanya.
Maka akan dijauhinya keluhan, tuntutan dan kerewelan yang akan membuat segala urusan terasa semakin sulit.

Lihatlah betapa kecerdasannya dalam menata akhlak.
Tidak ada hasut dan fitnah dilidahnya. tidak ada burung sangka dihatinya.
Dia pandai memerdekan batinnya dengan kebaikan. dia pandai menutupi kekurangan dengan kelebihan.
Dia bersosialisasi namun tetap dalam batas. Dia bergaul namun tidak lebur, dia menuntun sesamanya untuk selalu menuju kebaikan.
Kehadirannya adalah berkah bagi manusia di sekitarnya.

Lihatlah cara cerdas mereka dalam mengendalikan diri.
Walaupun  akalnya sering kali dikendalikan oleh emosi, namun kuatnya iman menuntunnya untuk menjadi lebih indah.
Dia tidak minder untuk tampil beda. Beda dengan wanita kafir yang bertindak diluar batas dan tidak tahu kapan mereka harus berhenti.
Allah SWT sudah cukup menjadi alarm bagi mereka. Dan maha melihatNya, sudah bisa untuknya merasa selalu diawasi.

Wanita cantik itu...
Mereka tahu mereka bukanlah bidadari yang sempurna, namun kekurangannya dia tutup dengan menonjolkan kelebihan, dan beristigfar terhadap kekurangan.
Mereka pun tahu betapa susahnya untuk menjadi cantik, namun itu tak menghalangi mereka untuk selalu memperbaiki diri.
Maka ketahuilah saudariku, kecantikan adalah definisi dari wanita sholihah. Walaupun mereka kurang dalam fisiknya, namun akan lebih dari segi iman dan akhlaknya. Tidak ada di dunia ini yang lebih cantik selain dari wanita yang sholihah. Carilah, buktikan namun tidak akan kita temui selain kecantikan itu ada dalam diri mereka yang sholihah. Persis seperti yang telah disabdakan Rasulullah SAW, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.” (HR. Muslim).
Kecantikan tak hanya sebatas fisik, dan bagusnya kulit ari kita. Namun kecantikan itu adalah seberapa dekat kita dengan Allah SWT, dan seberapa nyaman manusia berada di dekat kita. Maka benarlah jika sebaik- baik wanita, adalah mereka yang sholihah.Lalu apakah kita termasuk didalamnya? marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri

Selasa, 17 September 2013

ketika cinta tak harus memiliki

pernahkah engkau merasakan kepedihan?
ketika engkau tetap mencintai seseorang,
meski engkau tahu dia sudah tidak sendiri lagi.
dan cintamu tidak mungkin berbalas.

pernahkah engkau merasakan
ketika engkau sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang engkau cintai
meski engkau tahu dia tetap pergi.
dan takkan pernah kembali

pernahkah engkau merasakan hebatnya cinta?
ketika engkau tetap tersenyum
ketika engkau terluka
ketika engkau tetap bahagia

walau didalam hatimu menangis
ketika engkau tetap tersenyum di saat perpisahan
jujur aku pernah merasakannya.
tapi aku mampu tersenyum :)
meski hatiku terluka
karena aku yakin allah tidak menciptakan dia untukku

aku pernah menangis bahagia
karena aku takut kebahagiaan cinta itu
akan sirna begitu saja.....

Bersambung ................................................. :D

Nasib dan Takdir Bukan sebuah Rencana

Perempuan tidak ditakdirkan menjadi penunggu. Tetapi juga pencari Sebab, jika selama hidupmu hanya menanti. Pernahkah kau b...